Description:
Aluminium rongsok (scrap) banyak dihasilkan dari rumah tangga, IKM, kantor, pabrik dan sebagainya. Selama ini Al rongsok tersebut hanya dikumpulkan oleh pengepul kemudian dijual ke industri pengecoran. Al rongsok dapat didaur ulang dan berpotensi menghasilkan produk berbagai komponen. Dengan memanfaatkan Al rongsok daur ulang dan mengembangkannya menjadi suatu produk alternatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur mikro dari hasil pengecoran evaporative. Tungku untuk peleburan menggunakan tungku krusibel dengan bahan bakar arang kayu. Material untuk pengecoran digunakan paduan Al-19,6Si-2,5Cu- 2,3Zn rongsok. Metode pengecoran evaporative menggunakan styrofoam sebagai pola yang ditimbun dalam pasir cetak. Metode ini akan menghasilkan coran yang sesuai dengan pola styrofoam yang dibentuk.
Peleburan dilakukan dengan cara mencairkan Al di dapur krusibel kemudian dituang pada variasi temperatur tuang 650, 660, 670 dan 680 oC. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan semakin tinggi tempertur tuang struktur
Hypereutectic Si hadir diantara dendrit dari serpihan pendek tipis menjadi serpihan panjang tebal.
Kata kunci : Pengecoran evaporative, Al-19,6Si 2,5Cu,2,3Zn (Scrap), struktur mikro