Abstract:
Dalam lingkungan internal, banyak pemilik UMKM menganggap bahwa kontribusi mereka dalam menjaga kualitas lingkungan sangat kecil dan tidak berpengaruh secara umum; Oleh karena itu, mereka cenderung mengabaikan isu-isu lingkungan. Demikian pula, lingkungan eksternal berkaitan dengan peraturan dan kebijakan lingkungan dari para pembuat kebijakan, dan tampaknya isu-isu lingkungan tidak relevan sebagai strategi manajemen untuk UMKM. Situasi di atas lebih bermakna bagi UMKM yang terkait dengan lahan basah, karena lahan basah memberikan berbagai manfaat ekosistem yang sangat signifikan, termasuk mengendalikan perubahan iklim, erosi, dan banjir, tetapi lahan basah terus mengalami degradasi dan diidentifikasi sebagai salah satu ekosistem yang paling terancam secara global. Fokus penelitian ini adalah membangun perilaku pro-lingkungan dan perilaku kelestarian lingkungan dari pelaku UMKM, khususnya yang berdomisili di daerah lahan basah pedalaman. Penelitian ini berkaitan dengan perilaku pro-lingkungan dan perilaku kelestarian lingkungan UMKM: (1) banyaknya UMKM yang harus dibina untuk menjadi UMKM yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan; (2) besarnya perhatian para pemangku kepentingan dalam membangun, mendorong, dan mempercepat keberlanjutan global melalui UMKM lahan basah; (3) besarnya tekanan komunitas global (misalnya organisasi internasional, aktivis lingkungan, ilmuwan lingkungan, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa) terhadap implementasi mitigasi perubahan iklim dan pencapaian SDGs, terutama yang berkaitan dengan pengembangan UMKM (SDG#1, SDG#5, SDG#8, SDG#12, SDG#13, SDG#14, dan SDG#15).