Abstract:
Besarnya kontribusi sektor industri terhadap gross domestic product masih menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan yang belum teratasi sampai saat ini. Perilaku konsumsi sumber daya alam dalam proses produksi harus dirubah dari perilaku yang berorientasi pada manfaat fisik menjadi perilaku konsumsi yang memberikan solusi masalah-masalah lingkungan secara inovatif yang disebut sebagai konsumsi hijau inovatif (KHI). Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh theory of planned behavior framework (TPBF) dan persepsi kewajiban moral (PKM) on niat ramah lingkungan (NRL) and perilaku pro-lingkungan (PPL), pengaruh PPL terhadap KHI, serta pengaruh moderasi dan pengaruh langsung lingkungan kerja inovatif (LKI) terhadap KHI. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan SmartPLS v.4.1 untuk analisis statistik. Model penelitian diuji pada 214 responden sebuah perusahaan manufaktur di Indonesia. Hasil studi menemukan pengaruh signifikan TPBF dan PKM terhadap NRL dan PPL, pengaruh signifikan PPL dan LKI terhadap KHI, serta menemukan memoderasi menguatkan pengaruh PPL terhadap KHI. Studi ini mempunyai implikasi yang kuat dalam memberikan formulasi perilaku yang dapat mendorong dan mempercepat perubahan perilaku konsumsi sumber daya alam dari perilaku yang hanya fokus pada manfaat fisik menjadi perilaku KHI pada industri manufaktur dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pencapaian sustainable development goals (SDGs). Originalitas studi ini adalah merekonstruksi innovative green consumption (KHI) sebagai konstruk baru dalam industri manufaktur serta memberikan pemahaman baru terkait anteseden KHI berdasarkan perspektif moral, niat dan perilaku individual.