Repo Dosen ULM

Analisis DFMA pada Produk Plastik Kasus Projector

Show simple item record

dc.creator Kristoforus S, Stefano
dc.creator Wibowo, Agung
dc.creator Prakosa, Tri
dc.date 2015-10-07
dc.date.accessioned 2020-06-15T03:56:45Z
dc.date.available 2020-06-15T03:56:45Z
dc.identifier http://eprints.ulm.ac.id/837/1/TI-15.pdf
dc.identifier Kristoforus S, Stefano and Wibowo, Agung and Prakosa, Tri (2015) Analisis DFMA pada Produk Plastik Kasus Projector. In: Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin Indonesia XIV, 7-8 OKTOBER 2015, BANJARMASIN.
dc.identifier.uri https://repo-dosen.ulm.ac.id//handle/123456789/9495
dc.description Seiring berkembangnya teknologi, plastik mulai digunakan sebagai material utama dalam berbagai produk. Plastik sering digunakan akibat keberagaman properties, sehingga bisa disesuaikan untuk penggunaan tertentu. Dalam dunia elektronik, plastik unggul karena sifatnya sebagai insulator dan tahan karat, dalam dunia penerbangan, plastik unggul karena densitasnya yang rendah, dan masih banyak lagi. Plastik juga memiliki banyak fitur yang bisa dimanfaatkan seperti press fitting, living hinges, dan snap fitting. Walaupun demikian, desainer seringkali lebih memilih menggunakan mechanicalfastener sebagai metode pengencangan. Dengan adanya toolanalysis dari concurrentengineering yaitu Design for Manufacture and Assembly (DFMA), kita bisa melakukan proses desain dengan memperhatikan aspek-aspek produksi dan assembly sehingga didapatkan produk yang memiliki waktu dan biaya produksi serta assembly yang paling rendah. Tidak terbatas pada saat proses desain, DFMA juga bisa diaplikasikan pada produk jadi. Dengan melakukan perubahan desain dari produk agar sesuai dengan prinsip DFMA, maka efisiensi assembly dan produksi bisa ditingkatkan. Proyektor, sebagai kasus dalam penelitian ini merupakan salah satu peralatan elektronik yang menggunakan plastik sebagai material utama, akan tetapi mekanisme pengencangan masih dilakukan menggunakan screw. Dengan metode DFMA Boothroyd & Dewhurst, maka didapatkan bila desain mengimplementasikan snap fit, didapatkan peningkatan waktu assembly sebesar 16.6 detik dan peningkatan efisiensi assembly sebesar 17.9%. Dari sisi manufaktur, perubahan ini mengakibatkan peningkatan waktu pembuatan mold sebesar 144 jam tanpa mengubah waktu pembuatan produk. Peningkatan waktu manufaktur mold tidak berarti kerugian karena parameter ini termasuk ke dalam fixed cost, yang nilainya dibagi dalam jumlah produk yang diproduksi. Dengan nilai fixed cost yang berbanding terbalik dengan jumlah produk yang dihasilkan dan penurunan waktu assembly, maka bisa didapatkan jumlah produk optimum. Pada jumlah produk optimum ini, kerugian akibat peningkatan biaya manufaktur mold mulai menjadi keuntungan akibat penurunan waktu assembly. Kata kunci :DFMA, Boothroyd & Dewhurst, Plastics, Snapfit
dc.format text
dc.relation http://eprints.ulm.ac.id/837/
dc.subject TJ Mechanical engineering and machinery
dc.title Analisis DFMA pada Produk Plastik Kasus Projector
dc.type Conference or Workshop Item
dc.type PeerReviewed


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account