Repo Dosen ULM

Sistem Pengelolaan dan Peredaran Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri T.et.B) dari Hutan Alam di Kalimantan Selatan

Show simple item record

dc.creator Yudi, Firmanul
dc.creator Itta, Daniel
dc.date 2014
dc.date.accessioned 2020-06-15T03:57:32Z
dc.date.available 2020-06-15T03:57:32Z
dc.identifier http://eprints.ulm.ac.id/2146/1/P3.pdf
dc.identifier Yudi, Firmanul and Itta, Daniel (2014) Sistem Pengelolaan dan Peredaran Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri T.et.B) dari Hutan Alam di Kalimantan Selatan. In: Prosiding Seminar Nasional Silvikultur ke -2.
dc.identifier.uri https://repo-dosen.ulm.ac.id//handle/123456789/10087
dc.description Hutan hujan tropis di Kalimantan Selatan memiliki kekayaan yang tinggi. Salah satu jenis tumbuhan hutan yang penting dan memiliki kualitas yang sangat tinggi dikenal dengan nama ulin (Eusideroxylon zwageri T.et.B). Penggunaan kayu ulin ini sudh dikenal luas di masyarakat, terutama di Kalimantan dan Sumatera untuk pembangunan rumah dan berbagai insfrastruktur. Potensi kayu ulin di seluruh Kalimantan diperkirakan sekitar 5.500 m3 dan belum dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ialah menganalisis sistem pengelolaan dan peredaran kayu ulin di kalimantan Selatan. Metode yang digunakan survei lapangan, analisis kebijakan, dan interview terhadap stakeholder yang terlibat kegiatan pemanfaatan kayu ulin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ulin yang ditemukan di hutan alam sudah sangat kecil, yaitu 1,35 ± 0,03 m3/ha tingkat tiang dan 6,82 ± 0,56 m3/ha tingkat pohon. Banyak ulin ditemukan di hutan alam sudah berupa tunggak sejumlah 7 tunggak/ha. Peraturan Menteri Kehutanan RI No.P.46/Menhut-II/2009 tentan ijin Pemungutan Hasil Hutan Kayu (IPHHK) tidak berjalan baik, dan masih ada penebangan pada hutan lindung atau hutan produksi untuk tujuan khusus. Berdasarkan hasil survei terhadap tunggak diperoleh masih terjadi penebangan ulin tanpa limit diameter ( > 60 cm) seperti diatur dalam surat edaran Kementrian Kehutanan kepada Gubernur seluruh Kalimantan. Berdasarkan hasil wawancara bahwa Kayu Ulin yang beredar di Kalaimantan Selatan berasal dari 3 sumber, yaitu pertama berasal dari Batulicin (Kalsel) berupa limbah dan tunggak bekas tebangan pohon Ulin, kedua dari Tanjung (Kalsel) berupa Plat dari tebangan Pohon Ulin, dan dari Samarinda (Kaltim) berupa plat, artinya sebagai sumber bahan baku ulin di kalimantan Selatan berasal dari provinsi lain dan sekitarnya. Sistemperedaran ini perlu diperhatikan untuk mengetahui ketersediaan bahan baku untuk masyarakat di Kalimantan Selatan
dc.format text
dc.relation http://eprints.ulm.ac.id/2146/
dc.subject SD Forestry
dc.title Sistem Pengelolaan dan Peredaran Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri T.et.B) dari Hutan Alam di Kalimantan Selatan
dc.type Conference or Workshop Item
dc.type NonPeerReviewed


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account