Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil temuan peneliti pada seorang anak dengan hambatan autisme yang memiliki kemampuan sosial yang jauh lebih baik dibandingkan anak dengan hambatan autisme pada umumnya, hal tersebut tentu tidak lepas dari peran dan pola asuh orang tua. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam dan menggambarkan secara deskriptif Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Sosial Anak dengan Hambatan Autisme.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah orang tua dari anak dengan hambatan autisme dengan fokus penelitian penerapan pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial pada anak dengan hambatan autisme. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan sosial anak dengan hambatan autisme. Pola asuh demokratis paling dominan diterapkan, ditandai dengan komunikasi terbuka, penguatan positif, dan pendampingan yang empatik. Pola asuh otoriter muncul dalam situasi tertentu melalui penerapan aturan dan konsekuensi tegas, sedangkan pola asuh permisif hanya tampak sesekali saat anak diberi kebebasan tanpa
kontrol ketat. Tantangan yang dihadapi orang tua mencakup beban fisik dan emosional, keterbatasan dukungan, serta kebutuhan anak akan pendampingan intensif. Meski demikian, orang tua tetap menunjukkan komitmen dalam memberikan stimulasi sosial secara konsisten.