Abstract:
Kemampuan berbahasa siswa Tuli berbeda dengan siswa dengar, hal ini disebabkan
perkembangan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan mendengar. Kemampuan
berbahasa akan mendukung keterampilan membaca dan menulis saat mengikuti
pembelajaran di sekolah. Kemampuan membaca dan menulis siswa Tuli harus dilatih agar
dapat memahami materi pelajaran dan terlibat aktif dalam kehidupan sosial. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah siswa Tuli harus diajar langsung oleh guru Tuli untuk memperkaya kosa isyarat dan mendukung kemampuan membaca serta menulis siswa Tuli. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peran guru Tuli dalam mendukung kemampuan membaca dan menulis pada siswa Tuli kelas IX SMPLB. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyorot tiga hal yaitu peran guru Tuli dalam mendukung kemampuan membaca siswa Tuli, peran guru Tuli dalam mendukung kemampuan menulis siswa Tuli, dan tantangan yang dihadapi guru Tuli. Guru Tuli kurang memfasilitasi pembelajaran membaca siswa Tuli karena beranggapan bahwa pengajaran membaca adalah tugas orangtua. Guru Tuli lebih memfokuskan pengajaran menulis, siswa sering diminta untuk menyalin tulisan, dan guru Tuli akan mengoreksi hasil tulisan masing-masing siswa. Tantangan yang dihadapi guru Tuli adalah bahasa isyarat siswa Tuli yang perlu ditingkatkan, motivasi belajar siswa yang rendah, dan dukungan orangtua.