Abstract:
A B S T R A K
Durasi kompleks QRS pada elektrokardiogram (EKG) mencerminkan kecepatan depolarisasi ventrikel dan dapat memanjang pada kondisi patologis seperti gangguan konduksi intraventrikular. Pasien penyakit ginjal kronik stadium akhir (PGK5D) yang menjalani hemodialisis memiliki risiko tinggi terhadap kelainan elektrolit dan komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi kompleks QRS dengan kadar natrium dan kalium pada pasien hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin. Studi observasional ini melibatkan 304 pasien dengan data EKG dan elektrolit lengkap. Hasil menunjukkan 25 pasien (8,2%) memiliki durasi QRS ≥120 ms. Pasien dengan QRS memanjang memiliki usia lebih tua (p = 0,013) dan kadar kalium lebih tinggi (median 5,5 mEq/L, p < 0,001). Uji regresi logistik menunjukkan peningkatan risiko hiperkalemia lebih dari 5 kali (Prevalence odds ratio (POR) 5,63; IK 95%: 2,42–13,14) pada pasien dengan QRS ≥120 ms. Tidak ditemukan perbedaan bermakna kadar natrium (p = 0,29), meskipun cenderung lebih rendah pada kelompok dengan QRS memanjang. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan EKG dan kadar elektrolit secara berkala sebagai skrining awal gangguan konduksi jantung pada pasien hemodialisis.
A B S T R A C T
The QRS complex duration on the electrocardiogram (ECG) reflects the rate of ventricular depolarization and can be prolonged in pathological conditions such as intraventricular conduction disorders. End-stage chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis have a high risk of electrolyte abnormalities and cardiovascular complications. This study aimed to analyze the relationship between the duration of the QRS complex and sodium and potassium levels in hemodialysis patients at Ulin Banjarmasin Hospital. This observational study involved 304 patients with complete ECG and electrolyte data. The results showed that 25 patients (8.2%) had a QRS duration ≥120 ms. Patients with prolonged QRS intervals were older (p = 0.013) and had higher potassium levels (median, 5.5 mEq/L; p < 0.001). Logistic regression analysis revealed a more than 5-fold increased risk of hyperkalemia (prevalence odds ratio (POR) 5.63; 95% CI: 2.42–13.14) in patients with a QRS duration exceeding 120 ms. There was no significant difference in sodium levels (p = 0.29), although it tended to be lower in the group with prolonged QRS. This study suggested the importance of regular ECG and electrolyte monitoring as early screening for cardiac conduction disorders in hemodialysis patients.