Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan estimasi daya beli penduduk di 52 kelurahan di Kota Banjarmasin dan menganalisis hubungan visual antara daya beli dengan sebaran pasar ritel. Data yang digunakan meliputi Pengeluaran Konsumsi Per Bulan Per Kapita tahun 2017 dari BPS dan data PODES 2018, dengan proporsi rumah tangga di permukiman kumuh serta penerima subsidi kesehatan sebagai proksi yang diolah menjadi Indeks Komposit Kesejahteraan. Hasil analisis menunjukkan adanya disparitas daya beli yang signifikan, dengan rentang antara Rp 1.030.976 hingga Rp 1.818.254 per kapita. Kelurahan di bagian selatan Kota Banjarmasin umumnya memiliki daya beli terendah, sedangkan wilayah utara dan tengah berada di atas rata-rata kota. Pasar tradisional terkonsentrasi di pusat kota, sementara minimarket tersebar merata, terutama mengikuti pola wilayah dengan daya beli tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan berbasis pemetaan spasial untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan mengoptimalkan distribusi layanan ritel di kawasan perkotaan.
Kata Kunci: Daya Beli, Disparitas Ekonomi, Distribusi Pasar Retail, Kota Banjarmasin
Pemetaan Spasial.