Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenal peran penting etnografi dalam kaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Tanggung jawab utama dalam program pembangunan adalah masyarakat berdaya atau memiliki daya, kekuatan atau kemampuan. Keberdayaan yang dimaksud dapat dilihat dari ekonomi, kelembagaan dan kemampuan membangun kerjasama. Salah satu proses menuju kemandirian dengan komitmen bersama dalam menerapkan prinsip-prinsip pemberdayaan. Keberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat yang difasilitasi dengan adanya pelaku pemberdayaan dan penerapan ilmu pengetahuan terapan. Bermula dari Margareth Mead (1964) “Anthropology as a science is entirely dependent upon field work records made by individuals within living societies” sampai kepada Spardley (1980) “budaya sebagai proses belajar yang mereka gunakan untuk megintepretasikan dunia sekeliling mereka dan menyusun strategi perilaku untuk menghadapinya. Etnografi sebagai metode untuk meneliti other culture yang terisolasi, pun juga masyarakat multicultural. Kajian ini, mendasarkan pada pengalaman selama 15 tahun berada desa-desa dengan penerapan model pemberdayaan masyarakat. Informasi terhimpun malalui participan obeserver pada 2 Desa terpilih yaitu Desa Dahai Kabupaten Balangan (darat) dan Desa Rampa Kabupaten Kotabaru ( pesisir pantai) di Kalimantan Selatan. Kajian rintisan ini memperlihatkan bahwa ethnografi menyumbangkan peranan yang penting dalam program pemberdayaan masyarakat terutama aspek strategi pendekatan perilaku tokoh masyarakat desa, strategi penyusunan dan implementasi program.