Repo Dosen ULM

Analisis Kelemahan Uji Kompetensi Guru (UKG) SMPN di Kota Banjarmasin (Bahasa Inggris)

Show simple item record

dc.creator Suyidno, Suyidno
dc.creator Yamin, Moh
dc.date.accessioned 2020-06-15T03:55:35Z
dc.date.available 2020-06-15T03:55:35Z
dc.identifier http://eprints.ulm.ac.id/418/1/Jurnal%20Kebijakan%20Pembangunan_Balitbangda%20Kalsel_Analisis%20Kelemahan%20Uji%20Kompetensi%20Guru.pdf
dc.identifier Suyidno, Suyidno and Yamin, Moh Analisis Kelemahan Uji Kompetensi Guru (UKG) SMPN di Kota Banjarmasin (Bahasa Inggris). Jurnal Kebijakan Pembangunan.
dc.identifier.uri https://repo-dosen.ulm.ac.id//handle/123456789/8548
dc.description Pemetaan Uji Kompetensi Guru (UKG) merupakan salah satu langkah strategis dalam mengkaji permasalahan kompetensi guru terkait rendahnya tingkat 3 kelulusan UKG jenjang SMPN Kota Banjarmasin. Tujuan penelitian menganalisis faktor penyebab terhadap kelemahan hasil uji kompetensi guru UKG jenjang SMPN Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya hasil UKG SMPN di Kota Banjarmasin secara umum meliputi persiapan, pelaksanaan, dan hasil UKG. (1) Persiapan guru dalam mengikuti UKG kurang, karena 58,82% kurang memahami Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 tahun 2012, 70,6% kurang/ tidak mengetahui UKG sebagai syarat kenaikan pangkat, dan 95,5% kurang/tidak siap mengikuti UKG karena kendala teknologi informasi (54%), kendala waktu (28%), dan rendahnya sosialisasi (18%). (2) Pelaksanaaan UKG mengalami kendala teknis maupun kendala guru. Kendala teknis paling dominan adalah sistem online yang tidak efisien, redaksi soal tidak jelas, kurang sosialisasi, dan soal tidak sesuai kompetensi. Kendala dari guru pada kompetensi pedagogik paling dominan adalah penguasaan komputer (50%), penguasaan materi (26%), dan kurang persiapan (16%) serta pada kompetensi professional yang dominan pada waktu mengerjakan kurang (24%), redaksi soal membingungkan (21%), kurang persiapan (19%), dan kurang menguasai komputer (8%). Hasil UKG menunjukkan taraf kesukaran soal pedagogik pada semua matapelajaran mayoritas (72%) lebih sukar dibandingkan kompetensi profesional (28%). Secara umum guru relatif jarang mengikuti berbagai workshop/seminar, kurang terbiasa melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan kurang memahami materi, kurang persiapan/sosialisasi, waktu ujian kurang, serta redaksi soal tidak jelas. Key Words: teachers competence test (UKG), SMPM and SMAN, and Banjarmasin
dc.format text
dc.relation http://eprints.ulm.ac.id/418/
dc.subject L Education (General)
dc.title Analisis Kelemahan Uji Kompetensi Guru (UKG) SMPN di Kota Banjarmasin (Bahasa Inggris)
dc.type Article
dc.type PeerReviewed


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account