| dc.description.abstract |
Anak autis mengalami hambatan dalam kemampuan sosial, seperti kontak mata, komunikasi timbal balik, dan kepatuhan pada instruksi. Hambatan ini dapat diminimalkan melalui intervensi dini yang terstruktur dan melibatkan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses intervensi dini terhadap kemampuan sosial pada anak autis serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Pelita Anak Hebat Banjarmasin, sebuah lembaga terapi yang menerapkan pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA) secara intensif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua terapis dan dua orang tua anak autis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi dini di Pelita Anak Hebat dilaksanakan melalui asesmen awal, perencanaan program individual, pelaksanaan terapi berbasis ABA, serta evaluasi berkala. Pendekatan ABA dilakukan menggunakan teknik reward, prompt, dan prompt fading, sehingga mampu meningkatkan kontak mata, kepatuhan, kemampuan komunikasi sederhana, serta perilaku sosial anak dalam periode 2–6 bulan. Faktor pendukung pelaksanaan intervensi meliputi keterlibatan aktif orang tua, komunikasi rutin antara terapis dan orang tua, serta lingkungan terapi yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya mencakup kondisi eksternal seperti kelelahan, distraksi lingkungan, serta keterbatasan waktu latihan di rumah. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara terapis dan orang tua dalam intervensi dini, serta memperkuat temuan sebelumnya mengenai efektivitas metode ABA dalam pengembangan kemampuan sosial anak autis. |
en_US |