Abstract:
Anak tunarungu mengalami gangguan pendengaran sehingga memiliki hambatan dalam perkembangan bahasa dan komunikasi. Sebagai akibatnya, anak mengalami kesulitan untuk menguasai bahasa, miskin kosakata, sulit mengartikan kosakata, sulit mengartikan kata-kata abstrak, dan sulit mengartikan kata-kata yang mengandung arti kiasan. Sehingga dalam pembelajarannya membutuhkan media pembelajaran yang dapat menjembatani antara penerima pesan (peserta didik) dan sumber pesan (guru) agar terjadi komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media KAKU (Kamus Saku) dalam meningkatkan perbendaharaan kata siswa tunarungu kelas 5 SLB Negeri 2 Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan desain penelitian pre exprimental design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Sumber data berjumlah 4 orang siswa tunarungu kelas 5 SLB Negeri 2 Martapura. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata anak tunarungu dapat meningkat secara signifikan dengan nilai rata-rata yang meningkat. Terlihat pada hasil tiap subjek, nilai rata-rata pada saat pre test sebesar 57 sedangkan pada saat post test sebesar 93. Sehingga terdapat pengaruh media kamus saku terhadap penguasaan
kosakata anak tunarungu kelas 5 di SLB Negeri 2 Martapura.