| dc.contributor.author | Naparin, Muhammad | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-13T01:44:46Z | |
| dc.date.available | 2026-05-13T01:44:46Z | |
| dc.date.issued | 2026-03-06 | |
| dc.identifier.citation | Naparin, M. (2026). Komunikasi Pemasaran Berkelanjutan Terintegrasi Produk Hasil Hutan, Menghadapi Tantangan Global. CV. Enggang Langit Nusantara, Banjarbaru. | en_US |
| dc.identifier.isbn | 978-634-05-0016-5 | |
| dc.identifier.uri | https://repo-dosen.ulm.ac.id//handle/123456789/37238 | |
| dc.description.abstract | Hasil hutan merupakan primadona masa kini dan masa depan mengingat bisnis sektor kehutanan berpotensi paling mampu menjawab tantangan dalam memecahkan tiga krisis planet (perubahan iklim, polusi dan hilangnya biodiversitas). Oleh karena itu terminologi keberlanjutan dalam sebuah bisnis adalah kemampuan sebuah sistem nilai dalam menciptakan nilai jangka panjang dengan cara: (1) Memastikan kelangsungan ekonomi perusahaan; (2) Menjaga kelestarian lingkungan hidup; dan (3) Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial. Keberlanjutan bukanlah sekadar kepatuhan regulasi atau aktivitas filantropi, melainkan pergeseran paradigma strategis dari single bottom line (profit-oriented) menuju multi-dimensional ukuran kinerja. Namun demikian praktik-praktik keberlanjutan (sustainability practices) sebuah bisnis kehutanan membutuhkan kapabilitas komunikasi pemasaran secara terintegrasi dalam menyampaikan pesan keberlanjutan. Hal ini bukan sekedar sebagai sarana untuk klaim keberlanjutan dalam memenuhi kewajiban regulatif, atau menghindari tuduhan praktik greenwashing, tetapi merupakan sarana: (1) penyampaian pesan pemenuhan kebutuhan green customers/comsumers; (2) membangun loyalitas pelanggan berbasis keberlanjutan; (3) berkontribusi dalam edukasi hijau kepada publik; (4) membangun legitimasi dan kepercayaan publik; serta (5) membangun transparansi keberlanjutan. Secara spesifik, komunikasi pemasaran berkelanjutan terintegrasi produk hasil hutan adalah sarana dalam menciptakan sustainable competitive advantage; penguat diferensiasi pasar; instrumen mitigasi risiko reputasi; dan fondasi komunikasi berbasis bukti (evidence-based sustainability communication). Buku ini terdiri dari 7 (tujuh) Bab, dimana: Bab 1 menjelaskan pemasaran produk kehutanan berbasis keberlanjutan; Bab 2 menjelaskan pemasaran produk kehutanan berkelanjutan yang merupakan sebuah kapabilitas distingtif; Bab 3 menjelaskan kapabilitas bauran pemasaran berkelanjutan produk kehutanan; Bab 4 menjelaskan .kapabilitas dinamis pengetahuan pasar yang merupakan kunci pemasaran paling penting dalam membangun sustainable competitive advantage; Bab 5 menjelaskan keberlanjutan dalam implementasi pemasaran produk kehutanan; Bab 6 menjelaskan pemasaran berkewirausahaan bisnis kehutanan; dan Bab 7 menjelaskan komunikasi pemasaran terintegrasi keberlanjutan dan loyalitas pelanggan berbasis keberlanjutan. | en_US |
| dc.publisher | CV. Enggang Langit Nusantara | en_US |
| dc.subject | Pemasaran Berkelanjutan Terintegrasi | en_US |
| dc.subject | Komunikasi Pemasaran | en_US |
| dc.subject | Hasil Hutan | en_US |
| dc.title | Komunikasi Pemasaran Berkelanjutan Terintegrasi Produk Hasil Hutan, Menghadapi Tantangan Global | en_US |
| dc.type | Book | en_US |