Abstract:
Interaksi obat dengan makanan maupun minuman dapat menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan, seperti meningkatkan toksisitas atau menurunkan efektivitas terapi. Namun, instrumen dalam bahasa Indonesia yang secara komprehensif mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait interaksi obat–makanan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat mengenai interaksi obat dan makanan dan minuman. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kriteria inklusi mencakup pasien berusia ≥18 tahun dan memiliki riwayat penggunaan obat dalam tiga bulan terakhir. Instrumen berupa kuesioner hasil adaptasi dan modifikasi dari penelitian sebelumnya. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari domain pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan skala dikotomi (Ya/Tidak dan Setuju/Tidak Setuju). Setiap jawaban benar diberi skor 1 dan salah 0. Skor total masing-masing domain dihitung dan dikategorikan menjadi skor tinggi dan rendah berdasarkan nilai median. Uji validitas dilakukan pada 52 responden menggunakan koefisien korelasi Pearson, sedangkan reliabilitas dianalisis dengan Cronbach’s alpha menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian memperoleh kuesioner terdiri dari 5 pernyataan pada domain pengetahuan, 6 pernyataan pada domain sikap, dan 7 pernyataan pada domain perilaku. Seluruh item dinyatakan valid (r > 0,273). Nilai Cronbach’s alpha untuk pengetahuan, sikap, dan perilaku masing-masing sebesar 0,682; 0,743; dan 0,635, menunjukkan reliabilitas yang dapat diterima. Kesimpulan: Kuesioner ini menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik sehingga berpotensi digunakan menilai pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait interaksi obat dan makanan dan minuman.