Description:
Kebijakan pemerintah mendukung pemanfaatan komunitas belajar untuk pelaksanaan peningkatan profesionalisme berkelanjutan dilatarbelakangi oleh peran penting komunitas belajar untuk mengubah budaya kerja terisolasi menjadi budaya yang kolaboratif serta meringankan kerja pendidik dengan strategi saling berbagi ide, informasi serta sumber daya, dengan budaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas strategi pendampingan komunitas belajar jenjang Sekolah Dasar di wilayah kota Banjarmasin, melibatkan 25 sekolah dasar sasaran dan 50 responden yang terdiri dari kepala sekolah dan guru, strategi pendampingan yang dilaksanakan menggunakan siklus inkuiri, berfokus pada penguatan komunitas belajar, serta pemahaman dan praktik penguatan literasi dan numerasi dalam pembelajaran. Metode dan pendekatan penelitian kuantitatif-deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk melaksanakan uji efektivitas N-Gain antara kegiatan dalam komunitas belajar terhadap penguatan literasi dan numerasi yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Hasil penelitian membuktikan efektivitas strategi pendampingan yang dilakukan, peningkatan kapasitas guru sebelum dan setelah mengikuti pendampingan meningkat sebesar 52% dari 28 % menjadi 80%. Melalui uji N Gain didapatkan skor efektivitas 0,72 pada kategori tinggi. Kesimpulan uji efektivitas ini adalah siklus inkuiri sesuai untuk diterapkan pada pendampingan komunitas belajar karena memungkinkan pemanfaatan data penelitian untuk menganalisis kebutuhan dan menetapkan skala prioritas muatan yang diberikan sehingga pengaturan strategi, waktu dan sumber daya lain dapat digunakan secara efektif dan efisien, selain kapasitas guru, faktor-faktor lain yang mempengaruhi penguatan literasi dan numerasi, yaitu keberadaan dan pemanfaatan lingkungan kaya literasi dan numerasi.