Abstract:
Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang seluas 960 ha. Fungsi pokoknya hutan lindung tersebut adalah untuk penyimpan karbon, konservasi sumberdaya air, manfaat ekonomi, jasa lingkungan dan menambah estetika kota. Kondisi eksisting penutupan lahannya memprihatinkan, karena setiap tahunnya pada musim kemarau tiba selalu mengalami kebakaran hutan dan lahan. Hal ini diduga ada kesalahan dalam sistem tata kelola airnya, karena komponen utama material gambut adalah air, sehingga secara teoritis tidak ada kebakaran hutan dan lahan di area gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan rencana letak sekat – sekat kanal dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut. Data yang diperlukan berupa zonasi klas tinggi muka air gambut, jaringan kanal dan drainase, arah pengaliran, dan klas kerawanan kebakaran. Metode analisis yang digunakan adalah overlay menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan ArcGIS 10.4 software dan verifikasi di lapangan. Klasifikasi tinggi muka air menggunakan Inverse Distance Weighted interval 10 cm. Korelasi antara tinggi muka air dengan ketebalan gambut menggunakan intersection tool. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah sekat kanal ada 8, tetapi setelah diverifikasi di lapangan berkurang menjadi 7. Dari 7 sekat kanal tersebut terdiri dari 4 diantaranya merupakan eksisting sekat kanal yang tidak berfungsi dengan baik dan selebihnya sebanyak 3 merupakan sekat kanal yang baru.