Abstract:
Hutan alam sekunder memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan dan layanan ekosistem. Namun, dampak aktivitas pertambangan yang intensif PT Borneo Indobara di daerah ini dapat mengancam kelestarian hutan dan ekosistemnya termasuk di dalamnya adalah keberagaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tegakan pada hutan alam sekunder di wilayah pertambangan PT Borneo Indobara Kabupaten Tanah Bumbu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan yang melibatkan pengamatan langsung terhadap keadaan hutan alam sekunder di wilayah pertambangan. Data tentang berbagai jenis vegetasi yang ditemukan dikumpulkan dan dianalisis untuk mengevaluasi potensi tegakan pada hutan alam sekunder tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi permudaan pada tingkat semai yaitu 12.778 batang/ha, tingkat pancang dengan 3.978 batang/ha, tingkat tiang sebesar 328 batang/ha, dan pohon dengan potensi 161 batang/ha yang bervolume sebesar 15,97 m3/ha. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, meskipun terdapat aktivitas pertambangan di wilayah PT Borneo Indobara, hutan alam sekunder di daerah tersebut masih memiliki potensi keanekaragaman hayati yang signifikan. Namun demikian, penelitian ini juga mengungkapkan adanya ancaman terhadap keberagaman hayati di wilayah tersebut. Aktivitas pertambangan yang tidak terkendali dan tidak berkelanjutan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, hilangnya habitat, dan penurunan populasi spesies tertentu .Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan perlindungan lingkungan yang lebih efektif dan pengelolaan hutan alam yang berkelanjutan dalam konteks pertambangan.