Repo Dosen ULM

Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Pada Anak Tunagrahita Sedang Kelas IV-C Melalui Metode Latihan Artikulasi di SLB B/C Paramita Graha Banjarmasin

Show simple item record

dc.contributor.author Dewi, Noroctavia Lusiana
dc.contributor.author Wahyu, Wahyu
dc.contributor.author Thaibah, Hayatun
dc.date.accessioned 2026-02-16T04:34:34Z
dc.date.available 2026-02-16T04:34:34Z
dc.date.issued 2017-07
dc.identifier.uri https://repo-dosen.ulm.ac.id//handle/123456789/37071
dc.description.abstract Penelitian ini adalah tentang anak yang mengalami hambatan bahasa ekspresif pada anak Tunagrahita di SLB B/C Paramita Graha Banjarmasin. Fakta di lapangan anak Tunagrahita dengan hambatan bahasa ekspresif memiliki kemampuan bahasa yang kurang baik seperti kata yang diucapkan oleh anak tidak jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif pada anak tunagrahita sedang kelas IV-C melalui metode latihan artikulasi di SLB B/C Paramita Graha Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah metode SSR (Sigle Subject Reseach). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain A-B-A dengan satu hambatan yang diteliti. Sistem pencatatan data menggunakan presentase. Desain A-B-A memliki tiga tahap yaitu tahap baseline 1 (A1), tahap intervensi (B), dan tahap baseline 2 (A2). Tahap baseline 1 (A1) sebagai data awal yakni sebelum adanya treatment atau perlakuan, tahap intervensi (B) dengan melakukan latihan artikulasi, tahap baseline 2 (A2) kembali tanpa adanya treatment atau perlakuan. Subjek pada penelitian ini adalah satu orang anak tunagrahita di SLB B/C Paramita Graha Banjarmasin berinisial A.P. dengan 1 target behavior yang akan dianalisis yaitu bahasa ekspresif. Teknik analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode latihan artikulasi dapat meningkatkan bahasa ekspresif dengan meningkatnya kemampuan mengucapkan kata pada anak. Peningkatan bahasa ekspresif dapat dilihat dari presentase kemampuan mengucapkan kata anak dari 30% menjadi 80%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode latihan artikulasi dapat meningkatkan bahasa ekspresif anak tunagrahita. Metode latihan artikulasi menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan bahasa ekspresif pada anak tunagrahita ataupun anak yang mengalami hambatan dalam bahasa. Latihan artikulasi mampu menjadi tindakan yang mudah dan dapat dilakukan setiap hari, dilakukan sendiri maupun dengan bantuan orang lain agar kemampuan bahasa ekspresif pada anak dapat meningkat. en_US
dc.subject Latihan Artikulasi en_US
dc.subject Bahasa Ekspresif en_US
dc.subject Anak Tunagrahita en_US
dc.title Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Pada Anak Tunagrahita Sedang Kelas IV-C Melalui Metode Latihan Artikulasi di SLB B/C Paramita Graha Banjarmasin en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account