Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di kawasan Pasar Terapung Lok Baintan, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antara peran perempuan dan dimensi pariwisata berkelanjutan. Peran perempuan direpresentasikan melalui dua konstruk utama, yaitu kewirausahaan perempuan (entrepreneurship) dan pelestarian budaya (cultural preserver). Sementara itu, pariwisata berkelanjutan diukur melalui tiga dimensi, meliputi kelayakan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keterlibatan masyarakat. Hasil pengujian outer model menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas yang baik, ditunjukkan oleh nilai loading factor, Cronbach’s Alpha, Composite Reliability, dan Average Variance Extracted (AVE) yang berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan. Pengujian inner model mengungkapkan bahwa kewirausahaan perempuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelayakan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keterlibatan masyarakat, dengan pengaruh terkuat pada dimensi ekonomi. Sebaliknya, peran perempuan sebagai pelestari budaya tidak berpengaruh signifikan terhadap aspek ekonomi dan lingkungan, namun berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan masyarakat. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kewirausahaan perempuan merupakan faktor kunci dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Pasar Terapung Lok Baintan, sedangkan pelestarian budaya berperan penting dalam memperkuat dimensi sosial pariwisata. Integrasi penguatan kewirausahaan dan pelestarian budaya diperlukan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang lebih komprehensif dan berbasis komunitas lokal.
Kata kunci: peran perempuan, kewirausahaan perempuan, pelestarian budaya, pariwisata berkelanjutan, Pasar Terapung Lok Baintan.
Description:
Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka mengkaji kontribusi strategis perempuan dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Pasar Terapung Lok Baintan, Kalimantan Selatan, yang merupakan salah satu ikon wisata budaya berbasis lingkungan lahan basah. Fokus utama penelitian diarahkan pada peran perempuan sebagai pelaku utama aktivitas ekonomi dan penjaga nilai-nilai budaya lokal yang berkelanjutan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk memperoleh gambaran empiris mengenai hubungan antara peran perempuan dan keberlanjutan pariwisata.
Variabel peran perempuan diukur melalui dua dimensi utama, yaitu kewirausahaan dan pelestarian budaya, sedangkan variabel pariwisata berkelanjutan mencakup aspek kelayakan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keterlibatan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen penelitian telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, sehingga model pengukuran dinyatakan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Temuan empiris mengungkapkan bahwa aktivitas kewirausahaan perempuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi lokal, kesadaran lingkungan, serta partisipasi masyarakat dalam aktivitas pariwisata.
Di sisi lain, peran perempuan sebagai pelestari budaya terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap keterlibatan masyarakat, khususnya dalam menjaga tradisi, memperkuat identitas lokal, dan mendorong partisipasi sosial. Namun, peran ini belum memberikan dampak langsung terhadap aspek ekonomi dan perlindungan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya dan komunitas. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan serta pengembangan program pemberdayaan perempuan yang terintegrasi guna mendukung keberlanjutan Pasar Terapung Lok Baintan sebagai destinasi wisata unggulan daerah.