Abstract:
Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan sosial masyarakat multietnik di Kampung Gadang, Kota Banjarmasin, terjalin secara harmonis melalui interaksi asosiatif dan disosiatif yang dikelola dengan baik. Bentuk hubungan asosiatif tercermin dalam gotong royong, kerja sama, akomodasi, dan asimilasi yang memperkuat solidaritas antar-etnis Banjar, Jawa, Madura, dan Tionghoa. Sementara itu, potensi hubungan disosiatif berupa persaingan dan konflik dapat diminimalisasi melalui musyawarah serta peran aktif tokoh masyarakat dalam penyelesaian masalah. Kearifan lokal berupa nilai “Bahari” (sabar) dan prinsip “Mufakat” (musyawarah) menjadi fondasi utama yang menjaga kerukunan dan memungkinkan setiap etnis untuk saling menghormati tradisi. Dengan demikian, keberagaman yang ada bukan hanya dipandang sebagai perbedaan, melainkan sebagai kekuatan kolektif yang memperkaya kehidupan sosial masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa masyarakat multietnik di Kampung Gadang mampu membangun integrasi sosial yang solid, menjadikan toleransi dan kebersamaan sebagai modal penting dalam menjaga harmoni sosial serta mendukung visi Kota Banjarmasin sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.