Abstract:
Kemajuan teknologi di satu sisi membawa tantangan pada proses belajar siswa. Siswa yang disuguhi berbagai informasi yang bergerak cepat dan mudah di akses. Kondisi tersebut menjadikan siswa tidak terbiasa berpikir panjang dan menganalisis suatu hal. Di sisi lain, perkembangan teknologi menyebabkan kesenjangan pengetahuan antar siswa. Di berbagai lokasi di Indonesia masih banyak ditemui sekolah-sekolah dengan akses internet dan teknologi yang terbatas. hal tersebut menjadikan guru harus melakukan inovasi pembelajaran supaya siswa tetap dapat belajar dengan maksimal. Melihat kondisi tersebut maka dibutuhkan pelatihan khusus untuk membantu guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang efektif dan sesuai kebutuhan siswa. Workshop pengembangan modul ajar berbasis kearifan lokal dengan pendekatan UbD dilaksanakan di SMP di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Workshop pengembangan modul dilakukan dengan metode diskusi dan sharing bersama mengenai strategi pembelajaran yang pernah dilakukan. Sebagian besar guru telah memiliki dan menerapkan strategi yang dinilai cukup efektif untuk menarik perhatian siswa di kelas, namun hanya sedikit guru yang mampu menuliskan detail strategi tersebut ke dalam modul ajar. Melihat kondisi tersebut maka diberikan materi tambahan tentang pemanfaatan AI dalam mendukung pengembangan modul ajar berbasis kearifan lokal dengan pendekatan UbD. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan yang telah dilakukan, diperoleh informasi bahwa 70% guru telah mampu mengembangkan modul ajar berbasis kearifan lokal dengan pendekatan UbD. Beberapa guru masih memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam mengembangkan modul ajar, terutama dalam memanfaatkan AI. Guru perlu mengeksplorasi prompt yang sesuai agar referensi dari AI dapat digunakan.