| dc.description |
Strategi Pengembangan Pariwisata Halal Melalui Metode SOAR pada Era
Covid-19 ini telah dapat di terbitkan untuk dapat dikonsumsi oleh khalayak
banyak. Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi
atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Pariwisata
termasuk dalam industri jasa. Kebutuhan wisatawan muslim diyakini
memiliki kebutuhan khusus dibandingkan dengan wisatawan pada umumnya.
Wisata halal sebagai bagian dari industri halal tidak akan menarik
konsumen domestik, tetapi juga konsumen internasional. Wisata halal bukan
berarti mengganti suatu kawasan menurut syariat Islam, melainkan destinasi
tersebut memiliki fasilitas atau pelayanan yang ramah dan hangat bagi setiap
wisatawan muslim yang berkunjung. Destinasi pariwisata andalan kota
Banjarmasin ini adalah daerah bantaran sungainya.
Pada daerah bantaran sungai di Kota Banjarmasin memiliki beberapa
objek wisata halal. Objek wisata tersebut antara lain: Mesjid Sultan
Suriansyah di bantaran Sungai Kuin, Mesjid Jami Sungai Jingah di bantaran
Sungai Martapura, Mesjid Sabilal Muhtadin, Makam Habib Basirih, Makam
Datu Anggah, dan Makam Surgi Mufti di Sungai Jingah. Kota Banjarmasin
merupakan salah satu kota yang berpotensi menjadi salah satu destinasi
wisata halal perkotaan di Indonesia. Buku ini bertujuan untuk menyajikan
hasil identifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal untuk
pengembangan pariwisata halal pasca pandemi Covid-19 dan menyajikan
pembahasan terkait strategi pengembangan pariwisata halal menggunakan
Metode SOAR.
Oleh karena itu buku yang berjudul Strategi Pengembangan Pariwisata
Halal Melalui Metode SOAR pada Era Covid-19. ini hadir sebagai bagian dari
upaya untuk menambah khazanah, diskusi sekaligus penguatan dibidang
Strategi Pengembangan Pariwisata Halal Melalui Metode SOAR pada Era
Covid-19 |
en_US |