Abstract:
Bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang memegang peran penting setelah cabai di dalam memenuhi kebutuhan masyarakat serta industri karena dapat berpengaruh ke inflasi. Kebutuhan akan bawang merah semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penduduk di Indonesia. Budidaya bawang merah umumnya dilakukan di dataran rendah mengingat tanaman bawang merah membutuhkan sinar matahari penuh, sehingga hal ini menyebabkan bawang merah terutama banyak ditanam pada musim kemarau; sedangkan di musim hujan tidak banyak. Kondisi ini menyebabkan produksi bawang merah terbatas, tidak dapat kontinyu di musim hujan dan harganya berfluktuasi sepanjang tahun. Trobosan tanaman bawang merah sangat diperlukan untuk dapat menjamin produksi dan harga.
Salah satu trobosan yang dilakukan adalah budidaya bawang merah pada lahan gambut. Budidaya bawang merah tentu membutuhkan teknik khusus yang berbeda dengan budidaya bawang merah di tanah biasa; begitu pulan masalah penyakit tanaman bawang merah yang ditanam di lahan gambut tentu berbeda. Oleh karena itu, saya menyambut gembira dan memberikan apresiasi tinggi atas terbitnya buku berjudul “Bawang Merah Di Lahan Gambut (Budidaya, Penyakit, dan Pengendaliannya)” tulisan Prof. Dr. Ir. Salamiah, M.S. mengingat lahan gambut belum dimanfaatkan optimum untuk budidaya bawang merah, khususnya. Buku ini banyak membahas budidaya tanaman bawang merah di lahan gambut dengan segala kekhususannya, masalahnya, dan karakteristiknya. Begitu pula dengan masalah penyakit tanaman bawang merah serta upaya pengendaliannya juga ditulis di dalam buku tersebut.