Abstract:
Metabolit sekunder tumbuhan biasanya diproduksi oleh berbagai organ (akar, batang, daun, bunga, buah) sebagai senjata kimia terhadap patogen atau pemangsa, serta untuk komunikasi ekologis. Bagi tanaman penghasilnya, senyawa-senyawa ini memperkuat daya tahan terhadap jamur, bakteri,dan serangga, serta berfungsi melindungi dari radiasi UV. Pada tingkat kegunaan manusia, metabolit sekunder dari tumbuhan obat telah terbukti mempunyai berbagai aktivitas farmakologis. Studi fitokimia menunjukkan bahwa kelas senyawa sekunder tertentu memiliki korelasi dengan fungsi bioaktif, misalnya: Senyawa antioksidan (seperti polifenol dan flavonoid) yang melindungi sel dari radikal bebas. Senyawa antimikroba (misalnya tanin dan terpenoid) yang menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Senyawa antiradang dan antikanker (seperti flavonoid dan alkaloid tertentu) yang mengganggu jalur sinyal seluler penyebab inflamasi dan proliferasi tumor. Senyawa antidiabetik (misalnya polifenol tertentu) yang menurunkan kadar glukosa darah atau meningkatkan sensitivitas insulin.
Description:
Kalimantan dikenal sebagai rumah bagi ribuan spesies flora tropis yang menyimpan potensi besar dalam pengembangan senyawa obat alami. Sayangnya, kekayaan ini sering kali terlupakan di tengah arus globalisasi dan pengaruh farmasi sintetis. Oleh karena itu, melalui buku ini, penulis berusaha mengangkat potensi tersembunyi dari empat tumbuhan lokal: Mangifera casturi, Eleutherine bulbosa, Melastoma malabathricum, dan Stenochlaena palustris, berdasarkan pendekatan ilmiah yang melibatkan teknik analisis modern dan data farmakologis terkini.