| dc.contributor.author | Hanafie, Agussyarif | |
| dc.date.accessioned | 2025-07-25T01:17:05Z | |
| dc.date.available | 2025-07-25T01:17:05Z | |
| dc.date.issued | 2024-02-04 | |
| dc.identifier.citation | Hanafie Agussyarif, Meiske Claudia, Isnawati, dan Syahrituah Siregar, 2017. Revitalisasi Ekonomi Masyarakat Melalui Pertanian Terpadu bagi Kelompok Tani Lahan Rawa Lebak Di Desa Baruh Jaya Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat. 41 halaman | en_US |
| dc.identifier.issn | 0000-0000 | |
| dc.identifier.uri | https://repo-dosen.ulm.ac.id//handle/123456789/36928 | |
| dc.description | kerjasama LPPM ULM dengan BRG Indonesia | en_US |
| dc.description.abstract | Tujuan pelaksanaan kajian dan pengembangan ini adalah memberikan dasar bagi integrated farming berbasis sumber daya lokal untuk mendukung usaha tani berkelanjutan, mengembangkan aktivitas pertanian yang ada di masyarakat, engembangkan kerjasama dengan masyarakat dalam mendukung usaha tani berkelanjutan. Hasil dari ini kajian ini adalah sejauh ini kegiatan revitalisasi ekonomi pertanian terpadu berlangsung dengan baik, pengadaan bebek sudah dapat terealisasi setelah pendanaan tahap II dicairkan, pemeliharaan ikan terus berjalan dengan baik dan saat ini penimbangan berat badan ikan menghasilkan besaran 1 kg = 15-20 ekor ikan papuyu. Hal ini menunjukkan adanya proses pemeliharaan ikan yang baik dan berpotensi pula menjadi sumber pendapatan baru bagi kelompok tani yang ada. Kegiatan revitalisasi ekonomi melalui pertanian terpadu ini sudah terlaksana 100%. Di lahan gambut seharusnya dapat dilihat hamparan tanaman semangka dan labu kuning, adanya kandang bebek petelur yang di bawahnya terdapat kolam ikan. Di bawah kandang bebek, anak-anak ikan memakan makanan alami dan sisa pakan bebek yang jatuh keluar, kemudian sebagian anak-anak ikan tersebut dipindah dan dibesarkan di kolam terpal bioflok. Pembesaran ikan papuyu di kolam terpal bioflok menjadi alternatif utama bila kondisi lahan gambut terendam. Adapun kotoran bebek yang ada kemudian ditampung untuk dijadikan pupuk organik tanaman semangka dan labu kuning. Namun pada kenyataannya, tanaman semangka dan waluh (labu kuning) tidak dapat diselamatkan karena saat ini lahan tanaman berada dalam kondisi terendam air akibat curah hujan yang tinggi. Penanaman kembali bibit semangka dan waluh ini akan dilakukan kembali setelah curah hujan mulai berkurang dan air mulai surut serta masuk pada awal musim tanam di sekitar bulan Maret nanti. Idealnya dalam penerapan pertanian terpadu, di sela-sela galangan tanaman semangka dan labu kuning ditanami padi. Di sela-sela tamanan semangka ditanami palawija dan tanaman obat keluarga dan kolam terpal bioflok ada di tengah hamparan tanaman tersebut. Namun, karena alasan ketidaktersediaan listrik dan keamanan untuk sementara ini kolam terpal bioflok diletakkan di dekat perkampungan. Untuk menjamin keberlangsungan sistem pertanian terpadu ini, BRG ULM akan melakukan penyerahan kegiatan kepada kelompok tani, baik administrasi dan keuangannya, di bawah binaan instansi terkait yang ada di kabupaten HSS dan untuk ke depannya kegiatan ini berpeluang untuk terus dikembangkan. | en_US |
| dc.description.sponsorship | Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia | en_US |
| dc.publisher | LPPM ULM | en_US |
| dc.relation.ispartofseries | Laporan Penelitian;1 | |
| dc.subject | revitalisasi, pertanian terpadu, lahan rawa, lahan basah | en_US |
| dc.title | REVITALISASI EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PERTANIAN TERPADU BAGI KELOMPOK TANI LAHAN RAWA LEBAK DI DESA BARUH JAYA KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN | en_US |
| dc.title.alternative | REVITALISASI EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PERTANIAN TERPADU BAGI KELOMPOK TANI LAHAN RAWA LEBAK DI DESA BARUH JAYA KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN | en_US |
| dc.type | Working Paper | en_US |