| dc.description.abstract |
Sintesis adsorben superpori berbahan dasar kitosan menggunakan agen pengikat-silang epiklorohidrin dan glutaraldehida, porogen (NaHCO3), dan agen penguat polivinil alkohol (PVA) telah dilakukan. Kitosan memiliki daya adsorpsi yang tinggi terhadap AH, dan pengikatan-silang kitosan menjadikan kitosan stabil dalam medium asam, tetapi produk pengikatan-silang kitosan biasanya bersifat rapuh, sehingga dalam penelitian ini ditambahkan PVA. Secara umum reaksi sintesis adsorben ini dilakukan melalui empat tahap kegiatan, yaitu: (1) penambahan PVA ke dalam larutan kitosan, (2) penambahan porogen, (3) pengikatan-silang kitosan, dan (4) pelepasan porogen. Adsorben yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infra Red (FTIR), Microscope Digital (MD), Scanning Electron Microscopy (SEM), porositas, swelling ratio, dan penentuan kapasitas adsorpsinya terhadap AH serta kemampuannya untuk diregenerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PVA dan porogen pada sintesis adsorben terikat-silang memiliki sifat fisik yang lebih kompak dan fleksibel dengan porositas yang lebih besar dibandingkan dengan adsorben tanpa penambahan PVA dan porogen. Uji adsorpsi terhadap AH menunjukkan bahwa adsorben KPE memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 117,9 mg/g dan adsorben KPG sebesar 33,07 mg/g, tetapi jika adsorben yang digunakan lebih banyak (berbahan dasar kitosan 1 g) kapasitas adsorpsi adsorben KPE sebesar 220,23 mg/g dan adsorben KPG 141,74 mg/g. Dari 45,64 mg/L AH air gambut, adsorben KPE dapat mengikat AH sebanyak 77,15% dan KPG 95,87%. Hasil uji regenerasi menunjukkan bahwa AH yang telah terikat pada adsorben KPE dapat didesorpsi hingga 71,65%, sedangkan pada adsorben KPG 76,48%. |
en_US |