Abstract:
Tatalaksana pengobatan pada pasien COVID-19 diberikan antivirus, terapi suportif dan terapi simptomatik. Penggunaan beberapa jenis obat tersebut membuat pasien COVID-19 berpotensi mengalami interaksi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan potensi interaksi obat pada pasien COVID-19 rawat inap di rumah sakit. Penelitian obeservasional retrospektif cross sectional ini dilaksanakan di salah satu rumah sakit Kalimantan Selatan. Sampel
yakni rekam medis pasien COVID-19 yang mendapat terapi dan rawat inap di rumah sakit periode Januari-Maret 2021 Instrumen penelitian mengkaji potensi dan mekanisme interaksi obat meliputi situs IBM Micromedex , DrugBank Interaction Checker dan Stockley Drug Interactions 9th Edition. Hasil diperoleh sebanyak 82 rekam medis dianalisis potensi interaksi obat. Persentase pasien mengalami potensi interaksi obat sebesar 69,5%. pada pasien COVID-19 rawat inap di rumah sakit. Mekanisme interaksi obat pada pada pasien COVID-19 pada berpotensi pada fase farmakokinetika. Faktor berhubungan potensi interaksi obat pasien COVID-19 yakni usia (p=0.034; OR 0.327, CI 0.11-0.94), jumlah obat yang digunakan selama dirawat (p=0.002; OR 14.00, CI 1.76-111.11) dan lama
dirawat (p=0.000; OR 0.009 , CI 0.001-0.07). Kesimpulan, faktor berhubungan potensi interaksi obat pada pasien COVID-19 rawat inap di rumah sakit meliputi usia, jumlah obat yang digunakan selama dirawat dan lama dirawat.