Repo Dosen ULM

Korelasi Produksi Kelapa Sawit Dengan Faktor Iklim Di Sumatera Utara

Show simple item record

dc.creator Nurhayati, Nurhayati
dc.creator Markhaini, Nurhayati
dc.creator Siregar, Simbur Abadi
dc.date.accessioned 2020-06-15T04:01:07Z
dc.date.available 2020-06-15T04:01:07Z
dc.identifier Nurhayati, Nurhayati and Markhaini, Nurhayati and Siregar, Simbur Abadi Korelasi Produksi Kelapa Sawit Dengan Faktor Iklim Di Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional FKPTPI 2015.
dc.identifier.uri https://repo-dosen.ulm.ac.id//handle/123456789/12052
dc.description Perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara terdapat di beberapa ketinggian tempat, ketinggian tempat berkaitan dengan suhu, kelembaban dan curah hujan. Faktor-faktor iklim tersebut mempengaruhi produksi kelapa sawit. Penelitian telah dilaksanakan di beberapa perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara yaitu PTP IV (Adolina 0-250 dpl, Bah Jambi 250-500 dpl, Bah Birong 500-750 dpl dan Marjanji 750-1000 dpl). Penelitian telah dilaksanakan paa bulan Juli 2012 sampai bulan Agustus 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan korelasi produksi kelapa sawit dengan iklim di Sumatera Utara.Penelitian ini menggunakan metode survey yaitu mengumpulkan data sekunder yang berasal dari beberapa perkebunan di Sumatera Utara sehingga bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan curah hujan, hari hujan, suhu dan kelembaban sehingga terjadi perbedaan produksi. Hari hujan, curah hujan/suhu meningkat maka produksi meningkat, kelembaban meningkat produksi menurun. Perkebunan Marjanji memiliki produksi tertinggi pada 1869.45 ton/ha, sedangkan terendah perkebunan Adolina pada 1.982 ton/ha. Curah hujan tertinggi di perkebunan Bah Jambi pada 2275.87 mm/tahun, sedangkan terendah perkebunan Marjanji pada 1295.23 mm/tahun. Hari hujan terbanyak perkebunan Bah Birung Ulu pada 119 hari/tahun, sedangkan terendah perkebunan Adolina pada 77.40 hari/tahun. Suhu tertinggi perkebunan Adolina pada 25.42 0C, sedangkan terendah perkebunan Bah Birung Ulu pada 25.22 0C. Kelembaban tertinggi perkebunan Marjanji pada 85.4%, sedangkan terendah perkebunan Bah Birung Ulu pada 83%. Terdapat korelasi antara produksi kelapa sawit dengan curah hujan, hari hujan, suhu serta kelembaban di beberapa perkebunan. Kata Kunci : Kelapa Sawit, Faktor Iklim
dc.relation http://eprints.ulm.ac.id/4738/
dc.subject SF Animal culture
dc.title Korelasi Produksi Kelapa Sawit Dengan Faktor Iklim Di Sumatera Utara
dc.type Article
dc.type PeerReviewed


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account